Articles

Painful Wrist
Des 14 2025
7 menit baca

Penyebab Stroke Ringan: Cek Beberapa Faktor Penyebabnya!

Stroke ringan seringkali dianggap menyerang secara tiba-tiba. Namun, sebenarnya apa yang jadi penyebab awal stroke ringan?

Stroke ringan, atau dalam istilah medis disebut Transient Ischemic Attack (TIA). Penyakit ini terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti sementara. Beberapa gejala dari stroke terkadang hanya berlangsung singkat dan tidak menyebabkan kerusakan permanen. Namun, stroke ringan merupakan peringatan akan risiko stroke yang lebih parah di kemudian hari. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab stroke ringan agar kita dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Penyebab Stroke Ringan

Stroke ringan disebabkan oleh penyumbatan sementara pada pembuluh darah di otak. Penyumbatan dikarenakan ada gangguan yang sudah lama menumpuk pada pembuluh darah. Tentu ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap penyumbatan ini, baik dari segi kesehatan maupun gaya hidup. Berikut adalah beberapa hal yang menimbulkan penyumbatan dan menjadi penyebab stroke ringan. 

1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Melansir dari halaman NHS (National Health Service) bahwa Hipertensi bisa menjadi penyebab stroke ringan. Hipertensi atau tekanan darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak pembuluh darah di otak.Saat tekanan darah tinggi bisa membuat dinding pembuluh darah melemah, menebal, atau menyempit. Ini meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah atau tersumbatnya aliran darah ke otak.

Tekanan darah terlalu tinggi yang membuat pembuluh darah yang lemah bisa pecah dan dapat menyebabkan pendarahan di otak. Pendarahan inilah yang disebut stroke hemoragik dan dapat merusak jaringan otak di sekitarnya. Hipertensi juga menyebabkan penumpukan plak di arteri (aterosklerosis), yang dapat menyumbat aliran darah ke otak. Jika darah tidak bisa mencapai bagian otak tertentu, sel-sel otak kekurangan oksigen dan mati. Hal ini kemudian menyebabkan stroke iskemik.

Hipertensi kronis dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil di otak, yang disebut mikroangiopati. Ini bisa mengarah ke stroke kecil berulang (silentstroke) yang merusak fungsi otak dalam jangka panjang. 

2. Penyakit Jantung

Penyakit jantung juga bisa menyebabkan stroke ringan. Kondisi seperti atrial fibrilasi (gangguan irama jantung) atau penyakit arteri koroner, dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah. Jika gumpalan darah ini berpindah ke otak dan menyumbat aliran darah, maka stroke ringan dapat terjadi. Berikut beberapa penyakit jantung yang juga kemungkinan menyebabkan seseorang mengalami stroke ringan. 

  • Aritmia (Gangguan Irama Jantung) - Fibrilasi Atrium
  • Fibrilasi atrium adalah jenis aritmia yang menyebabkan jantung berdetak tidak teratur. Saat jantung tidak memompa darah dengan efisien, darah bisa menggumpal di dalam jantung. Gumpalan darah ini bisa terbawa ke otak melalui aliran darah dan menyumbat pembuluh darah yang menyebabkan stroke

  • Penyakit Katup Jantung
  • Selanjutnya, ada penyakit katup jantung. Jika katup jantung tidak berfungsi dengan baik, aliran darah menjadi tidak lancar. Aliran darah yang tidak lancar akan meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah. Bekuan darah ini bisa lepas dan menyumbat pembuluh darah di otak, menyebabkan stroke.

  • Gagal Jantung
  • Pada gagal jantung, jantung tidak bisa memompa darah dengan cukup kuat. Kondisi ini menyebabkan aliran darah menjadi lambat dan membentuk gumpalan darah. Gumpalan darah jika tidak terbentuk di jantung, maka bisa masuk ke pembuluh darah otak. Alhasil, stroke ringan bisa terjadi.

  • Serangan Jantung (Infark Miokard)
  • Kamu juga patut waspadai serangan jantung. Serangan jantung dapat menyebabkan kerusakan pada otot jantung, yang mengganggu sirkulasi darah. Kerusakan ini bisa meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah yang dapat berpindah ke otak dan menyebabkan stroke. Terburuknya, serangan jantung juga bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. 

  • Aterosklerosis (Penyumbatan Arteri)
  • Penyakit jantung sering kali disebabkan oleh aterosklerosis. Aterosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan arteri akibat penumpukan plak lemak. Jika penyumbatan terjadi di arteri yang memasok darah ke otak, bisa terjadi stroke iskemik. Jika plak pecah, bisa menyebabkan stroke emboli. Stroke emboli ini terjadi ketika gumpalan darah berpindah dari jantung ke otak.

3. Kolesterol Tinggi

Apakah mau termasuk penderita kolesterol? Jika iya, kamu perlu menjaga tubuhmu tetap sehat dan kadar kolesterol stabil. Kolesterol yang tinggi juga bisa menyebabkan stroke ringan. Kolesterol tinggi ini menyebabkan penumpukan plak pada dinding arteri, yang dapat menyempitkan atau menyumbat pembuluh darah yang menuju ke otak. Kolesterol LDL (kolesterol "jahat") yang membentuk plak menyebabkan arteri menyempit dan mengeras (aterosklerosis). Hal ini membuat aliran darah ke otak berkurang dan meningkatkan risiko stroke iskemik.

Jika plak terus menumpuk, bisa terjadi penyumbatan total pada arteri yang menyuplai darah ke otak. Ini menyebabkan bagian otak kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-selnya mati dan terjadilah stroke iskemik. Plak kolesterol yang rapuh bisa pecah, menyebabkan tubuh merespons dengan membentuk bekuan darah (trombus). Bekuan darah ini bisa menyumbat arteri di otak atau terbawa oleh aliran darah (emboli) hingga ke otak dan menyebabkan stroke. Bahkan, Jika pembuluh darah di otak pecah akibat tekanan darah tinggi yang dipicu oleh kolesterol, bisa terjadi stroke hemoragik.

4. Diabetes

Diabetes meningkatkan risiko stroke ringan karena kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis. Selain itu, diabetes juga meningkatkan risiko hipertensi dan obesitas, yang semuanya berkaitan dengan stroke. Itu sebabnya bagi penderita diabetes disarankan untuk mengontrol gula darah agar tetap pada batas normal. 

5. Merokok

Kebiasaan merokok banyak berpengaruh buruk pada tubuh. Selain menyebabkan berbagai penyakit, merokok juga bisa memicu stroke ringan. Hal ini karena zat yang ada dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah. Selain itu, zat ini juga bisa meningkatkan tekanan darah dan mengurangi kadar oksigen dalam darah. Selain itu, zat kimia dalam rokok dapat meningkatkan pembentukan gumpalan darah yang bisa menyumbat arteri menuju otak. Dalam jangka panjang, kebiasaan merokok juga bisa menyebabkan stroke kronis. 

6. Obesitas dan Kurangnya Aktivitas Fisik

Ada yang pernah mendengar bahwa semakin banyak tubuh bergerak, maka sirkulasi darah yang ada di dalam tubuh akan baik. Bahkan lemak dalam tubuh juga akan ikut terbakar. Kebalikan jika jarang bergerak, maka akan menyebabkan berbagai kondisi medis seperti obesitas. Hal ini karena penumpukan lemak yang tidak terbakar. Padahal, obesitas berhubungan erat dengan berbagai faktor risiko stroke, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Hal ini karena lemak juga meningkatkan risiko penyumbatan pada pembuluh darah. Apabila obesitas ini tidak diatasi dengan baik, maka akan memperburuk kesehatan tubuh dan memicu adanya komplikasi. 

7. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Selain kebiasaan buruk seperti rokok bisa menyebabkan stroke ringan, suka minum alkohol juga bisa memicu stroke. Minum alkohol dalam jumlah besar dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan aritmia jantung. Kedua kondisi ini sudah dijelaskan sebelumnya yang mampu meningkatkan risiko stroke ringan. Selain itu, alkohol juga dapat merusak hati dan memengaruhi metabolisme tubuh secara keseluruhan.

8. Stres dan Gangguan Mental

Selain penyakit, kondisi kesehatan mental juga bisa memperburuk kesehatan tubuh. Stres yang berkepanjangan dapat memicu peningkatan tekanan darah dan peradangan dalam tubuh. Dari tekanan darah dan peradangan ini menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Semakin lama stres yang dialami, semakin tinggi faktor risiko untuk mengalami kondisi gangguan kesehatan. Bahkan gangguan mental seperti depresi yang kerap berhubungan gaya hidup tidak sehat akan meningkatkan risiko stroke ringan.

Cara Mencegah Stroke Ringan

Stroke ringan yang dialami bisa menjadi tanda peringatan sebelum stroke berat terjadi. Namun, ada langkah pencegahan yang bisa merendahkan tingkat risiko mengalami stroke berat. Beberapa langkah berikut dapat dilakukan untuk mengurangi risiko stroke ringan. 

Mengontrol Tekanan Darah

Dengan menjaga tekanan darah dalam batas normal (kurang dari 120/80 mmHg) dapat mengurangi risiko stroke ringan secara signifikan. Kontrol tekanan darah bisa dimulai dengan menerapkan gaya hidup sehat. Kamu bisa mulai mengurangi konsumsi garam, menghindari stres, dan rutin memeriksakan tekanan darah.

Menjaga Kesehatan Jantung

Pemeriksaan rutin terhadap kondisi jantung, termasuk elektrokardiogram (EKG) untuk mendeteksi gangguan irama jantung. Rutin melakukan medical check-up terutama jantung dapat membantu dalam pencegahan stroke ringan. Selain itu, konsumsi makanan sehat seperti ikan yang kaya asam lemak omega-3 juga bisa membantu menjaga kesehatan jantung.

Mengontrol Kadar Kolesterol

Selain mengontrol tekanan darah, disarankan juga menjaga kadar kolesterol tetap normal. Kamu bisa mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh dan tinggi serat. Kedua jenis makanan ini dapat membantu mengurangi risiko aterosklerosis. Selain itu, jika diperlukan, dokter dapat meresepkan obat penurun kolesterol seperti statin.-

Mengelola Diabetes

Bagi penderita diabetes, mengontrol kadar gula darah sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti stroke ringan. Konsumsi makanan sehat dan penggunaan obat sesuai anjuran dokter dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Disarankan juga olahraga teratur untuk menjaga tubuh tetap aktif. Tubuh yang berkeringat akibat olahraga akan memberikan dampak besar bagi kesehatan tubuh. 

Berhenti Merokok dan Konsumsi Alkohol

Berhenti merokok adalah salah satu langkah terbaik untuk mengurangi risiko penyakit stroke. Banyak program bantuan dan terapi yang dapat membantu seseorang berhenti merokok, termasuk terapi penggantian nikotin dan konseling. Di samping itu, mengurangi konsumsi alkohol dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengurangi risiko gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan stroke ringan.

Mengelola Stres dengan Baik

Terakhir, gunakan teknik relaksasi untuk mengelola stres dengan baik. Teknik relaksasi yang bisa kamu ikuti seperti meditasi dan yoga. Kamu juga bisa meluangkan waktu untuk beristirahat dengan cukup dapat membantu mengurangi stres dan menurunkan risiko hipertensi serta gangguan kesehatan lainnya.

Kesimpulan

Stroke ringan merupakan tanda peringatan bahwa seseorang berisiko mengalami stroke berat di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab stroke ringan, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan gaya hidup tidak sehat. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti menjaga tekanan darah, mengontrol kolesterol, berolahraga, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, risiko stroke ringan dapat dikurangi secara signifikan.

Kamu juga perlu melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit untuk mendapatkan diagnosis lebih detail. Kamu bisa melakukan medical check-up di rumah sakit yang tergabung IHH Healthcare Malaysia. Selain memiliki pelayanan yang baik, rumah sakit IHH Healthcare Malaysia juga memiliki fasilitas yang baik dalam mendukung medical check-up. Jadi, jangan abaikan tanda-tanda stroke ringan dan lakukan pencegahan sejak dini dengan check-up di rumah sakit IHH Healthcare Malaysia. 

Referensi:

Have a question?

We're here to help.