Articles

Causes of Stroke Since Young
Feb 4 2026
4 menit baca

Penyebab Stroke yang Telah Mengintai Sejak Usia Muda

Stroke tidak hanya menyerang orang tua—kasus stroke pada usia muda semakin meningkat. Apa saja kebiasaan dan gaya hidup modern yang bisa menjadi penyebab stroke?

Stroke sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang tua. Namun, kenyataannya, jumlah kasus stroke pada usia muda semakin meningkat. Gaya hidup modern dan kebiasaan sehari-hari yang tampaknya tidak berbahaya ternyata dapat menjadi penyebab stroke pada generasi muda. Menurut penelitian dari Medical News Today, 1 dari 7 serangan stroke terjadi pada individu berusia 15-49 tahun. Gaya hidup tidak sehat menjadi salah satu penyebab stroke pada usia muda. Kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan pola makan buruk sangat berpengaruh terhadap peningkatan risiko stroke.

  1. Merokok dan Konsumsi Alkohol
    Merokok adalah salah satu faktor risiko utama stroke. Zat berbahaya dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah, yang merupakan penyebab utama stroke. Konsumsi alkohol yang berlebihan juga meningkatkan risiko hipertensi dan kerusakan jantung, yang berkontribusi terhadap terjadinya stroke.

  2. Pola Makan Tidak Seimbang
    Makanan yang tinggi lemak seperti banyaknya kadar minyak dan gula berpotensi menyebabkan obesitas, hipertensi, dan diabetes. Ketiga kondisi ini adalah faktor risiko utama stroke. Selain itu, kekurangan buah, sayuran, dan serat dalam diet juga meningkatkan risiko stroke. Oleh karena itu, mengadopsi pola makan seimbang sangat penting untuk pencegahan.

  3. Kurangnya Aktivitas Olahraga
    Kurangnya aktivitas olahraga menjadi masalah besar di kalangan anak muda. Kebiasaan ini berpotensi menyebabkan obesitas, yang merupakan faktor risiko utama stroke. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik dapat menurunkan sensitivitas insulin, meningkatkan risiko diabetes tipe 2, yang pada gilirannya meningkatkan peluang terjadinya stroke.

  4. Stres dan Tekanan Darah Tinggie
    Stres kronis dapat memicu peningkatan tekanan darah, yang merupakan salah satu penyebab stroke. Saat stres, tubuh melepaskan hormon seperti adrenalin dan kortisol, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah dalam jangka panjang.

  5. Kurang Tidur dan Jam Tidur Tidak Teratur
    Pola tidur yang buruk juga dapat menjadi penyebab stroke yang sering diabaikan. Banyak anak muda yang terbiasa begadang karena pekerjaan, bermain game, atau media sosial. Kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, peradangan tubuh, serta gangguan metabolisme yang berhubungan dengan obesitas dan diabetes, yang meningkatkan risiko stroke.

  6. Paparan Polusi Udara yang Berlebih
    Polusi udara bukan hanya berdampak pada paru-paru, tetapi juga dapat meningkatkan risiko stroke. Partikel polutan seperti PM2.5 dapat masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. Individu yang tinggal di daerah dengan polusi udara tinggi lebih berisiko terkena stroke dibandingkan mereka yang tinggal di lingkungan yang lebih bersih.

Perbedaan Penyebab Stroke Pada Usia Muda

Stroke pada usia muda berbeda dengan stroke yang terjadi pada usia lanjut. Beberapa penyebab umum stroke pada generasi muda termasuk infeksi, trauma, gangguan jantung, dehidrasi, dan penyakit sel sabit (sickle cell disease).

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Stroke iskemik, yang sering disebabkan oleh pembekuan darah di jantung atau pembuluh darah, merupakan jenis stroke yang paling umum. Selain itu, robekan kecil pada pembuluh darah di leher yang menyebabkan pembekuan darah juga dapat mengarah pada stroke. Faktor-faktor lain yang memicu stroke pada usia muda antara lain migrain, penggunaan pil KB, kehamilan, dan kebiasaan merokok. Penelitian dari Prancis menunjukkan bahwa, perubahan hormon pada usia muda, terutama hormon yang mempengaruhi pertumbuhan tubuh, dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat.

The Collaborative Group for the Study of Stroke in Young Women menemukan bahwa pil KB meningkatkan risiko stroke pada wanita yang memiliki tekanan darah tinggi atau migrain, terutama jika mereka juga perokok. Hal ini terjadi karena pil KB dapat mempengaruhi agregasi platelet, meningkatkan aktivitas antithrombin III, dan memicu pembekuan darah. Selain itu, kehamilan juga dapat meningkatkan risiko stroke iskemik pada wanita hingga 13 kali lipat.

Faktor kardiogenik, seperti gangguan jantung, kelainan katup jantung, dan kondisi medis seperti patent foramen ovale (lubang di jantung), juga dapat memicu stroke. Obesitas dan kecanduan alkohol dapat merusak jantung, meningkatkan kemungkinan stroke. Penggunaan narkoba seperti kokain, methamfetamin, amfetamin, dan bahkan ganja, sangat berbahaya dan perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko stroke pada usia muda.

Faktor Genetik dan Kondisi Medis Tertentu

Selain faktor gaya hidup, ada juga faktor genetik dan kondisi medis tertentu yang dapat meningkatkan risiko stroke. Beberapa individu mungkin memiliki kecenderungan genetik yang membuat mereka lebih rentan terhadap pembekuan darah atau kelainan pembuluh darah, yang dapat menjadi penyebab stroke. Beberapa faktor dan kondisi spesial berikut ini relevan dengan beberapa penyebab stroke di usia muda yang telah dijelaskan di atas.

  1. Kondisi Medis yang Meningkatkan Risiko
  2. Kondisi medis seperti kelainan jantung bawaan, gangguan pembekuan darah, atau penyakit autoimun juga dapat meningkatkan risiko stroke pada seseorang. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin dan berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kondisi medis tertentu sangat dianjurkan.

  3. Penggunaan Obat-obatan Terlarang dan Zat Adiktif
  4. Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan amfetamin dapat menjadi penyebab stroke. Zat-zat ini dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah yang tiba-tiba dan merusak pembuluh darah otak, yang akhirnya menyebabkan stroke.

  5. Dampak Steroid Anabolik
  6. Steroid anabolik, yang digunakan untuk meningkatkan performa fisik, juga meningkatkan risiko stroke. Steroid dapat meningkatkan tekanan darah dan mengubah struktur pembuluh darah, sehingga meningkatkan kemungkinan stroke. Penggunaan zat ini tanpa pengawasan medis dapat sangat berbahaya.

  7. Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dan Risiko Stroke
  8. Kontrasepsi hormonal, terutama yang mengandung estrogen, dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke. Wanita yang mengonsumsi pil kontrasepsi dengan kadar estrogen tinggi memiliki risiko lebih besar untuk mengembangkan penggumpalan darah, yang dapat menjadi faktor penyebab stroke. Risiko ini meningkat jika wanita tersebut juga memiliki faktor risiko lain seperti hipertensi, obesitas, atau merokok.

Ketahui Berbagai Mitos Seputar Stroke

Terdapat beberapa mitos mengenai stroke yang perlu diluruskan:

  1. Mitos: Stroke Hanya Menyerang Orang Tua
    Banyak anak muda merasa aman dari risiko stroke, padahal kenyataannya, stroke bisa menyerang siapa saja, terutama jika ada faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, atau gaya hidup tidak sehat.

  2. Mitos: Stroke Tidak Dapat Dicegah
    Banyak faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup sehat, seperti berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol, dan rutin berolahraga.|

  3. Mitos: Stroke Hanya Terjadi pada Penderita Penyakit Jantung
    Meskipun penyakit jantung memang meningkatkan risiko stroke, seseorang yang sehat pun bisa mengalaminya jika terpapar faktor risiko lain.

  4. Mitos: Stroke Tidak Memerlukan Penanganan Segera
    Stroke adalah kondisi darurat yang memerlukan penanganan cepat. Penanganan dalam 4,5 jam pertama dapat mengurangi risiko kecacatan atau kematian.

  5. Mitos: Gejala Stroke Hilang, Tidak Perlu Periksa ke Dokter
    Transient Ischemic Attack (TIA) adalah gejala sementara stroke yang memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah stroke yang lebih parah.

Pencegahan Stroke

Banyak orang yang tidak mengenali penyebab stroke dan juga tidak menyadari gejala stroke awal, sehingga cenderung mengabaikannya terutama jika dialami oleh orang usia muda. Karena mereka menganggap penyakit tersebut merupakan penyakit orang tua. Sehingga sering kali mereka mengabaikan gejala seperti mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, pusing, atau kehilangan keseimbangan. 

Kurangnya kesadaran ini mengakibatkan banyak kasus stroke yang tidak ditangani segera, padahal penanganan cepat sangat penting untuk mengurangi kerusakan otak permanen. Maka dari itu, lakukanlah pencegahan sejak usia muda, antara lain dengan cara:

  • Menghindari merokok dan konsumsi alkohol
  • Mengonsumsi makanan sehat, tinggi serat dan rendah lemak jenuh
  • Rutin berolahraga dan menghindari gaya hidup sedentari
  • Mengelola stres melalui meditasi atau aktivitas menyenangkan
  • Memastikan tidur cukup dan teratur
  • Menghindari penggunaan obat-obatan terlarang dan zat adiktif
  • Berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan kontrasepsi hormonal

Pengobatan Stroke

Pemulihan dan rehabilitasi stroke adalah proses yang saling terkait dan sangat penting untuk meminimalkan dampak jangka panjang. Penanganan stroke pertama-tama tergantung pada jenis dan lokasi gumpalan, sumbatan, atau pendarahan yang menyebabkannya. Karena stroke merupakan keadaan darurat, dokter akan segera memberikan pengobatan yang tepat, seperti obat anti-pembekuan darah, untuk meminimalkan kerusakan sel-sel otak yang bisa terjadi dalam hitungan menit. 

Setelah pasien stabil secara medis, rehabilitasi dapat dimulai dalam 24 hingga 48 jam. Rehabilitasi ini bertujuan untuk memulihkan kemampuan fungsional yang hilang, meliputi latihan mobilitas, pelatihan berjalan, dan terapi untuk kegiatan sehari-hari serta menelan, guna mendukung pemulihan secara maksimal.

Dengan langkah pencegahan yang tepat, kita semua dapat mengurangi risiko stroke dan memastikan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. Jangan menunggu sampai terlambat, mulailah gaya hidup sehat sekarang. Namun jika Anda atau orang terdekat Anda membutuhkan penanganan atau konsultasi terkait penyebab stroke dan pengobatannya, beberapa rumah sakit terbaik yang tergabung dalam jaringan IHH Healthcare Malaysia siap memberikan layanan medis dengan fasilitas dan teknologi canggih. Segera hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan konsultasi dengan ahli kami. Jangan tunda untuk mendapatkan perawatan yang tepat!

Have a question?

We're here to help.